12/04/2026 01:30 hingga 12/04/2026 01:45 (UTC), harga ETH sempat turun tajam. Data grafik K menunjukkan imbal hasil 15 menit sebesar -2.46%, dengan kisaran harga dari 2219.38 hingga 2283.74 USDT, dan amplitudo sebesar 2.82%. Pada periode ini, tingkat perhatian pasar meningkat dengan cepat; volatilitas di pasar spot dan derivatif menjadi jelas lebih tinggi, sementara sentimen investor cenderung lebih hati-hati.
Pemicu utama dari pergerakan tidak lazim ini adalah kedaluwarsa kontrak opsi derivatif dalam skala besar. Nilai nosional total opsi ETH sekitar 669 juta USD, dengan rasio Put/Call sebesar 0.78, dan harga titik paling “sakit” berada jauh di bawah harga spot. Para penjual, untuk melakukan lindung nilai risiko, secara aktif menjual aset spot guna menekan harga hingga ke wilayah Max Pain, sehingga terbentuk tekanan jual kolektif yang mendorong pergerakan harga turun dalam jangka pendek. Selain itu, anjuran jual aktif di pasar spot semakin memperbesar tekanan jual: pada segmen waktu 01:00, porsi order jual mencapai 56%, sehingga memperkuat tenaga penurunan.
Sementara itu, struktur posisi ber-leverage menjadi tidak seimbang: porsi leverage long saat ini pada ETH relatif tinggi. Setelah harga menembus ke bawah level kunci secara lokal, sebagian posisi long dengan leverage tinggi mengalami penutupan paksa (liquidation) secara pasif, sehingga efek penjualan menyebar dalam waktu singkat. Meski alamat paus tidak terlihat melakukan aksi terpusat dalam jumlah besar, terdapat “resonansi” tekanan jual antara pasar derivatif dan pasar spot; ditambah dengan perpindahan dana untuk menghindari risiko dari investor institusional menjelang jatuh tempo, sehingga aliran dana menjadi lebih ketat dan mendorong penurunan harga menjadi lebih dalam. Aktivitas alamat di rantai dan volume transaksi tetap berada pada rata-rata historis; tidak ada gejolak tidak wajar pada protokol DeFi dan likuiditas on-chain, sehingga mengesampingkan dampak peristiwa ekstrem on-chain.
Risiko volatilitas saat ini masih tetap ada. Dalam jangka pendek, perlu memberi fokus pada kekuatan tekanan jual di pasar spot, arah aliran dana setelah berakhirnya kontrak opsi, serta risiko penutupan paksa pada posisi dengan leverage tinggi. Jika setelahnya terjadi perpindahan dana masuk/keluar dalam jumlah besar atau likuidasi di DeFi pada jaringan, hal tersebut dapat semakin memperbesar tekanan pasar. Disarankan agar investor secara ketat memantau perubahan struktur di pasar derivatif, posisi dukungan kunci, serta arah aliran dana on-chain, dan terus mengikuti perkembangan terbaru kondisi pasar.