Pada periode 26 Maret 2026 pukul 17:45 hingga 18:00 (UTC), harga ETH mengalami penurunan jangka pendek di kisaran 2045.86 - 2066.97 USDT, dengan tingkat pengembalian 15 menit sebesar -0.85% dan volatilitas mencapai 1.02%. Pergerakan ini menarik perhatian pasar, karena fluktuasi yang signifikan jauh di atas kisaran normal, menunjukkan meningkatnya ketidakpastian pasar terhadap tren jangka pendek ETH.
Faktor utama yang memicu pergerakan ini adalah pengurangan mendadak jumlah alamat aktif dan penguncian dana besar oleh institusi, yang menunjukkan pengurangan likuiditas. Pada 25 Maret, jumlah alamat aktif di jaringan ETH turun tajam sebesar 10.32% menjadi 664.893, sebagian pengguna beralih ke menunggu atau keluar, sementara ETH dalam jumlah besar dikunci di protokol DeFi (penyimpanan tunggal tertinggi mencapai 20.000 ETH, sekitar 86 juta dolar AS), sehingga pasokan yang beredar semakin menyusut. Selain itu, tingkat leverage di pasar derivatif tetap tinggi, dengan biaya pinjaman futures positif (+0.56%), dan dominasi posisi long menyebabkan penurunan harga yang cepat memicu likuidasi posisi long, menciptakan efek tekanan harga dan memperbesar penurunan.
Selain itu, preferensi risiko di pasar keuangan tradisional menurun tajam, dengan indeks VIX di pasar saham AS naik 10.22% minggu ini, indeks Nasdaq turun -1.99%, dan emas turun -3.79%. Sebagian dana menarik diri dari aset berisiko, memberikan tekanan eksternal terhadap ETH. Meskipun aliran ETH besar antar institusi tidak langsung masuk ke bursa dan tidak memicu penjualan massal, pengurangan likuiditas secara keseluruhan memperkuat efek penguatan tren pasar secara bersamaan. Perlu dicatat bahwa selama pergerakan ini, tidak ditemukan kejadian keamanan di jaringan atau serangan protokol, dan transfer ETH antar institusi tetap didominasi oleh penguncian, tanpa adanya tekanan panik untuk menjual.
Dalam jangka pendek, dengan leverage tinggi dan pengurangan likuiditas, risiko volatilitas ETH meningkat. Ke depan, perhatian utama harus diberikan pada aktivitas di jaringan, aliran bersih masuk dan keluar bursa, likuidasi posisi leverage, serta perkembangan berita makroekonomi eksternal. Investor harus waspada terhadap kemungkinan likuidasi mendadak yang dapat memicu tekanan jual lebih lanjut, dan secara ketat mengikuti level support utama serta indikator on-chain untuk mendapatkan informasi pasar secara real-time.