Pesan Gate News, 21 April — Google mengumumkan pada 20 April bahwa fitur Gemini di browser Chrome akan diperluas ke negara-negara Asia-Pasifik tambahan, termasuk Australia, Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam.
Peluncuran ini menandai upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperluas akses ke fitur-fiturnya yang didukung AI di seluruh wilayah tersebut.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Deezer mengungkapkan AI musik menyumbang 44% dari unggahan baru, tetapi pemutaran yang sebenarnya hanya sekitar 3%
Platform streaming musik Prancis Deezer pada 21 April mengumumkan data penetrasi musik AI yang paling komprehensif hingga saat ini: saat ini, lagu yang dihasilkan AI menyumbang 44% dari unggahan baru harian di platform, hingga 75.000 lagu per hari, lebih dari 2 juta lagu per bulan. Meskipun musik AI membanjiri dalam jumlah besar, pemutaran yang sebenarnya hanya menyumbang 1-3% dari total pemutaran di platform, dan di antaranya 85% konten lagu yang dihasilkan AI dibatalkan dari kelayakan untuk memperoleh penghasilan.
MarketWhisper9menit yang lalu
Naver Bermitra dengan TCS India untuk Mengembangkan Layanan AI dan Cloud
Naver Korea Selatan dan TCS India telah bermitra untuk mengembangkan layanan AI dan cloud di India, dengan fokus pada perbankan, manufaktur, dan ritel. Kolaborasi ini meningkatkan upaya Naver untuk masuk ke pasar, sementara TCS mengklaim pendapatan AI yang signifikan.
GateNews13menit yang lalu
Laba Bersih ByteDance Turun 70% pada 2025 karena Belanja AI Melonjak
Pada 2025, laba bersih ByteDance turun lebih dari 70% karena belanja besar untuk infrastruktur AI, meski pendapatan tumbuh hampir 50% dari luar negeri dan ada ekspansi signifikan di TikTok Shop. Tantangan termasuk hambatan regulasi yang memengaruhi e-commerce.
GateNews13menit yang lalu
Tencent QClaw Meluncurkan Beta Luar Negeri, Menawarkan 40Juta Token Harian dan 20K Slot Founding Claw
Tencent QClaw meluncurkan beta luar negerinya pada 21 April, dengan lebih dari 80 peningkatan dibandingkan versi domestik. Pengguna dapat memperoleh token harian, dengan peluncuran awal tersedia dalam berbagai bahasa di berbagai negara.
GateNews43menit yang lalu
Huawei Meluncurkan Kacamata AI Pertama di Tiongkok saat Pasar Tumbuh 322% Secara Global
Huawei telah meluncurkan kacamata AI di Tiongkok, dilengkapi chip buatan sendiri dan berbagai fungsi pintar. Pasar global kacamata AI mencatat peningkatan pengiriman yang signifikan, dengan Tiongkok menjadi pasar terbesar kedua.
GateNews1jam yang lalu
CuspAI Menggalang $200M pada Valuasi $1B+ untuk Mempercepat Penemuan Material Berbasis AI
CuspAI, sebuah startup AI asal Inggris yang berfokus pada penemuan material, berupaya menghimpun $200 juta, dengan target valuasi $1 miliar. Platformnya unggul dalam menciptakan material untuk berbagai aplikasi dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dibandingkan para pesaing.
GateNews2jam yang lalu