Pesan Gate News, 17 April — Asosiasi Industri Baterai Korea menandatangani memorandum of understanding (MOU) dengan Institut Fraunhofer Jerman pada 16 April untuk memperkuat kerja sama teknologi baterai bilateral. Perjanjian ini bertujuan membantu perusahaan baterai dan material Korea beradaptasi dengan Undang-Undang Akselerasi Industri baru Uni Eropa (IAA), yang memperketat persyaratan masuk pasar melalui restrukturisasi rantai pasok berbasis produksi domestik yang diperluas, fokus pada mitra tepercaya, serta standar pengadaan publik yang diperkuat.
Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas manufaktur baterai Korea Selatan dengan keahlian teknologi dasar Jerman untuk menciptakan model kerja sama yang selaras dengan kerangka reorganisasi rantai pasok baterai UE. Area utama kerja sama meliputi pengembangan rantai pasok baterai, litbang bersama baterai generasi berikutnya (R&D), pertukaran dan jejaring para ahli, serta standar baterai dan sertifikasi. Kemitraan ini akan beroperasi melalui K-FAST, platform kerja sama Korea yang terdiri dari 38 institut riset di bawah Fraunhofer.
Kedua pihak berencana meluncurkan inisiatif penelitian bersama yang menargetkan tiga bidang prioritas: pengurangan biaya manufaktur berbasis AI, proses yang ramah lingkungan untuk keberlanjutan ESG, dan solusi penanganan kebakaran untuk keselamatan yang lebih baik. Implementasi akan memadukan proyek pemecahan masalah yang dipimpin perusahaan dengan riset bersama berbasis konsorsium Korea-Jerman. Asosiasi akan melakukan survei kebutuhan teknologi di antara perusahaan anggota untuk mengidentifikasi topik penelitian kolaboratif, sementara Fraunhofer akan menyusun rencana riset rinci untuk peluncuran bertahap setelah konsultasi dengan kedua pemerintah.
Um Gi-cheon, ketua Asosiasi Industri Baterai Korea, menyatakan: “Undang-Undang Akselerasi Industri UE secara mendasar mengubah kondisi rantai pasok dan masuk pasar. Kerja sama ini merupakan titik balik penting bagi perusahaan kami agar dapat berintegrasi secara stabil ke rantai pasok UE sebagai mitra tepercaya. Asosiasi akan mendukung masuknya perusahaan Korea ke pasar UE dengan menghubungkan kerja sama teknologi dengan strategi rantai pasok.”