MicroStrategy (MSTR) merilis laporan keuangan kuartal pertama dan sekaligus menggelar konferensi pers online (call investor). Fokus utama laporan kali ini masih strategi investasi jangka panjang perusahaan pada bitcoin (BTC) serta dampaknya terhadap kinerja keuangan. Data menunjukkan bahwa karena kerugian yang belum direalisasi (Unrealized Loss) aset digital mencapai 14,4 miliar dolar AS, laba per saham (EPS) kuartal pertama perusahaan mengalami rugi sebesar 38,25 dolar AS. Meski menghadapi kerugian secara pembukuan, MicroStrategy terus memperbesar cadangan mata uang kriptonya; total kepemilikan sudah lebih dari 818 ribu keping. Selain itu, pendiri Michael Saylor menyatakan perusahaan mungkin menjual sebagian kecil BTC untuk membayar dividen tahunan preferen STRC yang mencapai 11,5%.
Data kinerja laporan keuangan kuartal pertama Strategy
Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 MicroStrategy, total pendapatan kuartal pertama mencapai 124,3 juta dolar AS, kerugian usaha 14,47 miliar dolar AS, terutama berasal dari kerugian yang belum direalisasi pada aset digital yang terkait kepemilikan bitcoin sebesar 14,46 miliar dolar AS. Kesenjangan finansial kali ini terutama disebabkan oleh ketentuan akuntansi nilai wajar (Fair Value), karena fluktuasi harga bitcoin mengharuskan perusahaan mengakui kerugian yang belum direalisasi dalam jumlah besar. Ini menunjukkan laporan keuangan MicroStrategy secara langsung dipengaruhi oleh pasar kripto, bukan kerugian nyata yang timbul dari penjualan aktual.
Kerugian bersih kuartal pertama tahun 2026 sebesar 12,54 miliar dolar AS, dan laba per saham (EPS) sebesar rugi 38,25 dolar AS.
Strategi cadangan bitcoin dan operasi pasar modal
Meski menghadapi kerugian secara pembukuan, MicroStrategy tetap mempertahankan strategi akumulasi bitcoin secara agresif. Hingga akhir kuartal pertama, total kepemilikan menembus 818 ribu keping, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemegang terbesar perusahaan di dunia. Untuk mendukung strategi ini, perusahaan menggunakan alat-alat pembiayaan dari pasar modal, seperti menerbitkan saham preferen (Preferred Stock) untuk mengumpulkan dana guna membeli aset digital. Aksi ini memperluas basis aset sekaligus menciptakan keterkaitan yang sangat tinggi antara kredit tradisional dan pasar digital.
Neraca menunjukkan perusahaan memegang sekitar 2,25 miliar dolar AS cadangan likuiditas, cukup untuk menutup bunga dan dividen jangka panjang. Namun, karena nilai perusahaan sudah sangat terikat dengan harga bitcoin, kinerja harga ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan jangka panjang pasar kripto, bukan sekadar mengandalkan pertumbuhan pendapatan dari perangkat lunak.
Saylor pertama kali memberi sinyal kemungkinan menjual bitcoin
Pendiri Michael Saylor menyatakan bahwa perusahaan mungkin menjual sedikit BTC untuk membayar dividen tahunan preferen STRC yang mencapai 11,5%.
Uang hasil penerbitan saham preferen dipakai untuk membeli BTC, lalu saat bitcoin naik, jual sebagian BTC untuk membayar dividen. Selama penerbitan saham preferen bisa terus mencapai titik impas laba-rugi, model ini bisa terus berjalan!
Namun Saylor menegaskan tujuan ini adalah meningkatkan fleksibilitas dan memperhatikan kepentingan pemegang saham, bukan mengubah strategi inti HODL. Meski begitu, pernyataan tersebut memicu diskusi luas, bahkan ada yang mengaitkan penurunan bitcoin pagi ini dengan hal ini.
Artikel ini MicroStrategy mengalami kerugian besar 14,4 miliar dolar AS pada bitcoin kuartal pertama, Saylor mengisyaratkan menjual BTC untuk membayar dividen besar pertama kali muncul di 鏈新聞 ABMedia。
Artikel Terkait
Apakah pasar bearish Bitcoin sudah berakhir? 10x Research: Pihak yang lebih dulu melakukan penempatan sudah unggul 10% profit
BTC Turun Di Bawah $77,472, Likuidasi Long CEX Utama Menyentuh $2,189 Miliar pada 6 Mei
CME Group Akan Meluncurkan Futures Volatilitas Bitcoin pada 1 Juni
Paus Membuka Posisi Long 750 BTC dengan Leverage 10x pada 30 April, Meraih Keuntungan $3,8 Juta hingga 6 Mei
K Wave Media mengalihkan rencana Bitcoin $485M ke infrastruktur AI
Kerentanan kode eksekusi jarak jauh Bitcoin Core untuk penambang, 43% node belum melakukan upgrade