Mantan pengusaha properti Ching Chiat Kwong, ketua eksekutif dan direktur utama Oxley Holdings, menghadapi gugatan hukum bernilai tinggi di Mahkamah Agung Australia (Supreme Court of Victoria) yang terkait dengan keruntuhan perusahaan satelit NewSat. Menurut Bloomberg, Mr Ching telah berinvestasi sekitar US$100 juta (S$127 juta) ke dalam usaha tersebut dan meyakini potensi kerugian dapat mencapai sekitar US$1 miliar (S$1.27 miliar) berdasarkan laporan ahli. Kasus ini berpusat pada tuduhan bahwa pemberi pinjaman menarik pembiayaan secara prematur, meskipun bank-bank yang terlibat telah membantah klaim tersebut, menyebutnya “kabur dan memalukan” menurut dokumen pengadilan yang dikutip Bloomberg.
Mr Ching memulai kariernya sebagai petugas polisi setelah menjalani dinas nasional, sebelum beralih ke bidang konstruksi dan akhirnya pengembangan properti. Ia paling dikenal sebagai ketua eksekutif dan CEO Oxley Holdings, pengembang properti yang terdaftar di Singapura, tempat ia mengawasi strategi perusahaan dan kinerja keseluruhan grup. Ia telah memimpin ekspansi perusahaan dari proyek residensial ke pengembangan komersial dan industri.
Keberhasilan awalnya datang dari mengidentifikasi adanya permintaan untuk apartemen yang lebih kecil dan lebih terjangkau di kalangan pembeli muda, yang biasa disebut unit “shoebox”. Strategi ini membantu mempercepat skala bisnisnya. Menurut laporan Bloomberg, ia adalah pemegang saham besar di Oxley Holdings, dengan kepemilikan senilai lebih dari US$100 juta. Dokumen korporat juga menunjukkan bahwa ia memiliki kepemilikan saham yang luas di berbagai entitas yang terkait dengan Oxley dan entitas terkait lainnya.
Gugatan NewSat bukanlah satu-satunya tantangan hukum atau reputasi terbaru yang dihadapi Mr Ching. Pada 2024, muncul laporan tentang keterlibatannya yang diduga dalam penyelidikan korupsi di Venice yang melibatkan pejabat publik dan proyek pengembangan yang diusulkan senilai €150 juta. Ia telah membantah tuduhan tersebut, menyebutnya “tidak berdasar dan tidak benar,” serta menyatakan bahwa ia bertindak atas kapasitas pribadinya. Oxley Holdings juga mengatakan bahwa masalah tersebut tidak terkait dengan bisnis perusahaan dan tidak memengaruhi operasinya, menurut dokumen bursa dan pernyataan perusahaan yang diberitakan The Business Times.
Lebih awal, pada 2021, Mr Ching terlibat dalam perselisihan ruang rapat di perusahaan fintech MC Payment, di mana ia berupaya melakukan perubahan pada dewan perusahaan, sehingga memicu penolakan dari manajemennya.
Mr Ching memiliki jaringan luas dalam berbagai peran korporat. Catatan bisnis di Singapura menunjukkan bahwa ia memiliki lebih dari 60 direktur dan penunjukan yang masih aktif di berbagai entitas properti, investasi, dan entitas terkait, termasuk banyak perusahaan yang terhubung dengan Oxley serta entitas di sektor seperti keuangan, kesehatan, dan teknologi.
Ia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri properti dan dikenal karena kemampuannya mengidentifikasi tren pasar dan peluang bisnis, menurut situs web Oxley Holdings. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, ia menandakan pendekatan yang pragmatis dalam bernegosiasi, dengan meremehkan kekhawatiran terkait biaya dalam mengejar peluang komersial besar.
Mr Ching, yang berusia awal 60-an, lulus dari National University of Singapore, dengan gelar dalam bidang seni dan ilmu sosial. Ia telah menerima pengakuan industri, termasuk Real Estate Personality of the Year (2017) pada PropertyGuru Asia Property Awards, serta EdgeProp Singapore Excellence Awards. Ia juga aktif dalam filantropi, menjabat di dewan Ren Ci Hospital dan THK Nursing Home, menurut situs web Oxley Holdings.
Artikel Terkait
Target Bitcoin $1M Scaramucci: Sistem Kepercayaan vs. Emas
Morgan Stanley Memproyeksikan AI Agentik Bisa Menambah $32,5B-$60B ke Pasar CPU pada 2030
Otoritas Pengawas Keuangan (金管會) sedang menyusun rencana tentang “pembagian dividen dalam dolar AS”? Perusahaan-perusahaan yang dimiliki investor asing seperti TSMC menjadi pemenang terbesar
Pengelolaan manufaktur memori yang menghubungkan, harga saham UMC naik 30% dalam lima hari! Industri memperingatkan hambatan “tiga kekurangan”: dalam jangka pendek berpotensi macet
Rencana Strategis untuk Penyesuaian Pembayaran Dividen STRC Dua Bulanan
Kenaikan pada Halving ke-4 Bitcoin melambat, analis: BTC mungkin telah memasuki “tatanan baru”