Pesan Berita Gate, 14 April — Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia yakin inflasi inti akan terus menurun di Amerika Serikat meskipun perang Iran yang masih berlangsung, dan ia mengulangi seruannya agar Federal Reserve memangkas suku bunga. Bessent mengakui bahwa The Fed mungkin ingin mengamati perkembangan ekonomi terkait perang sebelum memangkas suku bunga, seraya menambahkan bahwa masuk akal jika calon ketua The Fed dari Presiden Trump, Kevin Warsh, memimpin siklus penyesuaian moneter berikutnya.
Harga konsumen AS naik paling besar dalam hampir empat tahun pada bulan Maret karena perang mendorong lonjakan rekor biaya bensin dan diesel, yang menjadi pukulan bagi angka persetujuan Trump. Konflik tersebut telah membuat harga minyak mentah global melonjak hingga 50%, dengan harga rata-rata eceran bensin nasional menembus di atas $4 per galon untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Harga inti yang mengecualikan makanan dan energi naik lebih rendah.
Pencalonan Trump terhadap Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed saat ini terhambat karena keberatan dari Senator Republik Thom Tillis, yang memblokir semua nominasi The Fed sampai penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman terhadap Powell ditutup. Powell mengatakan bahwa ia akan tetap menjabat sebagai ketua untuk sementara jika Warsh tidak dikonfirmasi pada saat masa jabatannya berakhir pada bulan Mei.
Bessent mengatakan bahwa Departemen Keuangan telah mencapai kesepakatan dengan Tillis untuk mengizinkan sidang nominasi Warsh untuk dilanjutkan, yang bisa terjadi minggu depan, tetapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
AS Mengakhiri Pencabutan Pembatasan untuk Minyak Iran dan Rusia, Mengancam Sanksi Sekunder terhadap Pembeli
Pemerintahan Trump tidak akan memperpanjang pencabutan sanksi untuk minyak Iran dan Rusia, sehingga memicu ancaman sanksi sekunder terhadap negara-negara, terutama Tiongkok, yang membeli minyak Iran. Keputusan ini mengakhiri upaya untuk menstabilkan harga minyak global di tengah ketegangan berkelanjutan di Timur Tengah.
GateNews1jam yang lalu
Peringatan Goolsbee di Fed: pemangkasan suku bunga mungkin tertunda hingga 2027 akibat guncangan minyak dari perang Iran
Austan Goolsbee memperingatkan bahwa harga minyak yang tinggi akibat perang Iran dapat mencegah Federal Reserve memangkas suku bunga hingga 2027, sehingga memperpanjang inflasi di atas target 2% dan mengarah pada skenario suku bunga “higher for longer” (lebih tinggi untuk lebih lama).
Cryptonews1jam yang lalu
Rupiah Indonesia Menyentuh Titik Terendah Rekor terhadap Dolar Singapura di Tengah Guncangan Minyak Perang Iran
Rupiah Indonesia telah mencapai titik terendah rekor terhadap dolar Singapura akibat meningkatnya harga minyak dan arus keluar modal dari pasar keuangan. Kekhawatiran tentang permintaan layanan Singapura dan arus ekspor ke Indonesia semakin meningkat. Intervensi bank sentral bertujuan untuk menstabilkan mata uang.
GateNews3jam yang lalu
Inflasi IHK Maret Zona Euro Naik ke 2,6% Year-on-Year, Mengalahkan Prakiraan Awal 2,5%
Inflasi harga konsumen Zona Euro naik menjadi 2,6% pada bulan Maret, melampaui 1,9% pada bulan Februari dan estimasi awal sebesar 2,5%. CPI inti turun sedikit menjadi 2,3%, dari 2,4% pada bulan Februari.
GateNews3jam yang lalu
Saham Global Mencapai Rekor Tertinggi Saat Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Meningkat; Dolar Menghadapi Rangkaian Kekalahan Terpanjang Selama 17 Tahun
Harapan yang meningkat untuk gencatan senjata AS-Iran telah memicu reli pasar global, dengan indeks saham mencapai rekor tertinggi dan sentimen risiko membaik. Seiring meredanya ketegangan, harga minyak menstabil, dolar melemah, dan fokus investor beralih ke pendapatan perusahaan serta pertumbuhan di tengah kekhawatiran inflasi yang menurun.
GateNews5jam yang lalu
Franklin Templeton: Dominasi Dolar Belum Tergoyahkan, Alternatif yang Layak Perlu Puluhan Tahun untuk Dibangun
Sonar Desai dari Franklin Templeton berpendapat bahwa dolar AS akan mempertahankan statusnya sebagai mata uang global pilihan karena besarnya ekonomi AS, kedalaman pasar, dan kredibilitas institusional. Ia berargumen bahwa tidak ada alternatif yang kredibel dan bahwa kelemahan dolar saat ini bersifat siklis, bukan struktural.
GateNews6jam yang lalu