BlockBeats melaporkan, pada 29 Maret, hasil pemungutan suara yang bersifat indikatif menunjukkan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat Vance menjadi pilihan utama kandidat presiden Republik untuk Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) tahun ini. Di antara lebih dari 1.600 peserta yang ikut voting, sekitar 53% memilih Vance, sementara Menteri Luar Negeri Rubio menempati posisi kedua dengan persentase suara 35%.
CPAC adalah pertemuan tahunan penting bagi anggota Partai Republik, aktivis, dan calon presiden. Tahun ini, konferensi CPAC diadakan di Grapevine, Texas, dengan peserta yang sebagian besar berasal dari kubu konservatif Partai Republik. Pemungutan suara tahunan di konferensi ini bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memprediksi kandidat akhir. Namun, pemungutan suara ini mencerminkan kecenderungan dukungan saat ini dari pendukung inti gerakan “Make America Great Again (MAGA)” Trump.
Menurut pemantauan PolyBeats, di pasar prediksi Polymarket, probabilitas Vance menjadi pemenang akhir pemilihan presiden AS 2028 saat ini tercatat 18%, probabilitas Gubernur California Gavin Newsom sebagai pemenang akhir tercatat 17%, dan probabilitas Menteri Luar Negeri Rubio tercatat 10%, ketiga kandidat ini menduduki posisi teratas.