Pesan Berita Gate, 22 April — Karex, produsen asal Malaysia yang memasok Durex, Trojan, dan NHS, berencana menaikkan harga kondom hingga 30% sebagai respons terhadap gangguan pengiriman yang disebabkan oleh konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz. Perusahaan ini memproduksi 5 miliar kondom setiap tahun.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, Karex menghadapi peningkatan biaya untuk bahan baku termasuk karet sintetis, nitril, pelumas, dan bahan kemasan yang melewati Selat Hormuz. Waktu pengiriman ke AS dan Eropa telah berlipat dua menjadi dua bulan. Direktur Utama Goh Miah Kiat menyatakan perusahaan “tidak punya pilihan selain memindahkan biaya tersebut sekarang kepada pelanggan” dan mengonfirmasi ketersediaan yang cukup untuk bertahan beberapa bulan.
Gangguan rantai pasokan meluas di luar kondom. Biaya pengiriman rata-rata telah naik 24% untuk perjalanan udara, sementara harga pupuk turut meningkat dan kekurangan helium mengancam produksi chip komputer. Industri air minum dalam botol menghadapi kendala bahan baku. PBB memperingatkan bahwa harga gula, produk susu, dan buah akan naik akibat meningkatnya biaya transportasi. Selain itu, pemotongan bantuan luar negeri oleh pemerintahan Trump telah membatasi pasokan kondom ke beberapa negara, terutama di Afrika, tempat kondom menjadi hal yang penting untuk mengendalikan wabah HIV.