Trump menyatakan harga minyak akan segera turun, tetapi Bitcoin dan pasar saham telah terkena dampak

BTC0,33%
ETH2%

Pada 9 Maret, berita menyebutkan bahwa dengan meningkatnya serangan militer terkait “Operasi Amukan Epik”, pasar energi global mengalami volatilitas yang tajam, harga minyak sempat melonjak hingga US$116 per barel, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz. Pada perdagangan pagi hari Senin, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat naik 22%, dan harga minyak Brent juga meningkat secara signifikan. Analis Rystad Energy memperingatkan bahwa meskipun ancaman nuklir Iran mereda, risiko pelayaran di Teluk Persia masih dapat menyebabkan harga minyak tetap bertahan di kisaran US$100 hingga US$110 per barel dalam jangka panjang.

Presiden Trump melalui akun Truth Social menulis, “Kenaikan harga minyak jangka pendek, setelah ancaman nuklir Iran hilang, harga minyak akan cepat kembali turun, dan biaya yang dikeluarkan untuk keamanan Amerika dan dunia tidak seberapa.” Namun, harga rata-rata bensin nasional di AS telah naik menjadi sekitar US$3,45 per galon dan terus meningkat seiring fluktuasi pasar energi.

Pasar saham dan pasar cryptocurrency bereaksi sangat keras terhadap hal ini. Pada hari Senin, nilai pasar futures indeks saham AS kehilangan lebih dari US$2 triliun. Nilai pasar cryptocurrency selama akhir pekan berkurang sekitar US$40 miliar, menurun menjadi US$2,36 triliun. Bitcoin yang sempat menyentuh US$68.000 akhir pekan lalu kemudian turun mendekati US$66.000, dan Ethereum juga turun dari di atas US$2.000 menjadi sekitar US$1.960, sementara sebagian besar altcoin tetap stabil. Secara umum, pasar menganggap aset berisiko tinggi sangat sensitif terhadap peristiwa geopolitik, dan tren minggu ini membenarkan karakteristik tersebut.

Data inflasi semakin memperkuat perhatian pasar. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Februari akan diumumkan pada hari Rabu, dan para analis memperkirakan kenaikan harga bahan bakar akan mendorong inflasi lebih tinggi. Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), indikator utama yang dipantau Federal Reserve, akan dirilis pada hari Jumat, dengan perkiraan kenaikan 0,4% secara bulanan, menandai bulan kedua berturut-turut kenaikan. Data futures Chicago Mercantile Exchange menunjukkan probabilitas sebesar 95,5% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 18 Maret. Biaya energi yang terus tinggi dapat membuat keputusan kebijakan suku bunga di masa depan menjadi semakin kompleks.

Para pengamat pasar menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak, volatilitas pasar saham, dan penurunan Bitcoin menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik secara bertahap memberi dampak besar terhadap pasar keuangan global, sehingga investor perlu memantau secara ketat pergerakan harga energi dan kebijakan moneter.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar