#比特币Breaks79K
Pimpin Adopsi Blockchain di Asia, Hong Kong Sudah Terbitkan Tokenized Bonds $2 Miliar
Pemerintah Hong Kong melaporkan total penerbitan obligasi tertokenisasi atau tokenized bonds kini telah menembus angka $2 miliar per April 2026. Sekretaris Keuangan Paul Chan menyatakan bahwa aset digital di wilayah tersebut telah melampaui fase eksperimen dan kini resmi menjadi bagian dari infrastruktur keuangan inti yang mengintegrasikan teknologi tokenisasi, stablecoin, serta kecerdasan buatan (AI).
Pertumbuhan pasar ini mencakup instrumen obligasi hijau (green government bonds), obligasi digital multi-mata uang, hingga penerbitan aset skala besar senilai $1 miliar pada tahun 2025. Pemanfaatan teknologi blockchain berhasil memangkas waktu penyelesaian transaksi secara signifikan dari T+5 menjadi hanya T+1. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) juga terus memperluas platform CMU OmniClear guna menangani volume aset digital yang lebih besar di masa depan.
Sejalan dengan infrastruktur obligasi, Hong Kong telah meresmikan kerangka regulasi stablecoin yang pertama. Konsorsium perbankan HSBC dan Standard Chartered menjadi pihak pertama yang mengantongi lisensi resmi untuk mengoperasikan stablecoin dalam ekosistem yang teregulasi. Kombinasi antara obligasi tertokenisasi dan sistem pembayaran digital ini memperkuat posisi Hong Kong sebagai pemimpin pusat keuangan digital di Asia yang mampu membawa aset tradisional ke dalam jaringan blockchain secara legal.
Pimpin Adopsi Blockchain di Asia, Hong Kong Sudah Terbitkan Tokenized Bonds $2 Miliar
Pemerintah Hong Kong melaporkan total penerbitan obligasi tertokenisasi atau tokenized bonds kini telah menembus angka $2 miliar per April 2026. Sekretaris Keuangan Paul Chan menyatakan bahwa aset digital di wilayah tersebut telah melampaui fase eksperimen dan kini resmi menjadi bagian dari infrastruktur keuangan inti yang mengintegrasikan teknologi tokenisasi, stablecoin, serta kecerdasan buatan (AI).
Pertumbuhan pasar ini mencakup instrumen obligasi hijau (green government bonds), obligasi digital multi-mata uang, hingga penerbitan aset skala besar senilai $1 miliar pada tahun 2025. Pemanfaatan teknologi blockchain berhasil memangkas waktu penyelesaian transaksi secara signifikan dari T+5 menjadi hanya T+1. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) juga terus memperluas platform CMU OmniClear guna menangani volume aset digital yang lebih besar di masa depan.
Sejalan dengan infrastruktur obligasi, Hong Kong telah meresmikan kerangka regulasi stablecoin yang pertama. Konsorsium perbankan HSBC dan Standard Chartered menjadi pihak pertama yang mengantongi lisensi resmi untuk mengoperasikan stablecoin dalam ekosistem yang teregulasi. Kombinasi antara obligasi tertokenisasi dan sistem pembayaran digital ini memperkuat posisi Hong Kong sebagai pemimpin pusat keuangan digital di Asia yang mampu membawa aset tradisional ke dalam jaringan blockchain secara legal.














