2026 diprediksi akan menjadi tahun IPO paling aktif dalam sejarah pasar saham Amerika Serikat. Dari SpaceX dan OpenAI hingga Anthropic, gelombang super unicorn mulai mengajukan pencatatan publik, dengan valuasi gabungan sepuluh perusahaan privat terbesar dunia kini melampaui US$4,5 triliun. Di saat yang sama, jendela IPO sektor kripto mulai terbuka, ketika perusahaan kripto asli seperti Kraken, Consensys, Ledger, CertiK, dan tZero mengumumkan rencana untuk go public. JPMorgan dan Goldman Sachs aktif terlibat dalam penjaminan IPO kripto. AI dan kripto—dua sektor terpanas di pasar modal saat ini—bersaing dalam perebutan peluang investasi pra-IPO. Sektor mana yang layak mendapat perhatian lebih?
Jalur AI: Pesta Triliunan Dolar
Pada April 2026, valuasi pra-IPO OpenAI telah mencapai US$1 triliun, naik 163% sejak Oktober 2025. Perusahaan ini diperkirakan akan resmi go public pada kuartal keempat tahun ini. Namun, "saingan" OpenAI bergerak lebih cepat—valuasi Anthropic di pasar sekunder telah melampaui US$1 triliun, lebih dari tiga kali lipat dalam setahun. Di platform perdagangan privat terkemuka Forge Global, beberapa pemegang saham bahkan menawarkan penjualan di valuasi US$1,15 triliun.
Jika dilihat secara keseluruhan, SpaceX bersiap dengan valuasi di atas US$1,7 triliun, sementara ByteDance bernilai lebih dari US$400 miliar. Menurut Financial Times, SpaceX, OpenAI, dan Anthropic saja dapat memiliki valuasi gabungan lebih dari US$2,5 triliun.
Sisi pendanaan juga sama panasnya. Sejak awal 2026, perusahaan embodied intelligence dalam negeri telah mengumumkan lebih dari 30 putaran pendanaan, dengan total sekitar Rp20 miliar, dan jumlah perusahaan bernilai di atas Rp10 miliar bertambah menjadi 13. Perusahaan reasoning GPU seperti Xiwang telah mengumpulkan lebih dari Rp1 miliar dalam satu putaran, menjadi unicorn di bidangnya. Sementara itu, pemimpin autonomous driving seperti Momenta dan DeepWay telah menyelesaikan pendanaan pra-IPO senilai ratusan juta dolar. Namun, di balik euforia investasi, terdapat risiko gelembung: arus modal ke embodied intelligence jauh melampaui pendapatan aktual, dengan pendapatan tahunan gabungan perusahaan tier satu belum mencapai Rp10 miliar.
Jalur Kripto: "Gelombang IPO Tersembunyi" yang Tertutup oleh AI
Saat pasar memusatkan perhatian pada raksasa AI bernilai triliunan dolar, "lapisan infrastruktur" sektor kripto diam-diam menuju pasar publik. Circle telah menyelesaikan IPO di NYSE, mengumpulkan US$1,1 miliar pada harga US$31 per saham. BitGo membunyikan lonceng di NYSE pada Januari 2026, melonjak lebih dari 20% di hari pertama dan mencapai kapitalisasi pasar US$2,6 miliar. Per 24 April, total kapitalisasi pasar kripto berada di angka US$2,6 triliun, dengan Bitcoin di US$78.170 dan Ethereum di US$2.321.
Pipeline IPO untuk 2026 bahkan lebih kaya. Kraken bernilai US$20 miliar, dengan pendapatan 2024 mencapai US$1,5 miliar dan investasi dari market maker papan atas seperti Citadel Securities. Consensys, induk MetaMask, bernilai US$7 miliar dan tengah bersiap IPO bersama JPMorgan dan Goldman Sachs. Ledger berencana listing di NYSE dengan valuasi di atas US$4 miliar. CertiK, bernilai US$2 miliar, menargetkan IPO pada akhir 2026 atau awal 2027. Platform tokenisasi tZero juga mengumumkan rencana go public di 2026. Namun, menurut pembaruan terbaru, Kraken menghentikan rencana IPO pada Maret karena kondisi pasar yang lemah, sementara CertiK, spesialis audit keamanan, menegaskan ambisi IPO-nya di Davos. Regulasi kripto semakin jelas: GENIUS Act telah membentuk kerangka federal pertama untuk stablecoin, dan CLARITY Act memperjelas klasifikasi aset. US SEC juga telah mendefinisikan bagaimana sekuritas tokenisasi dapat beroperasi dalam kerangka hukum.
Gate Pre-IPOs: Tiket untuk Partisipasi Skala Lebih Kecil
Secara tradisional, investasi pra-IPO didominasi oleh firma modal ventura papan atas, hedge fund, dan individu ultra-high-net-worth, sehingga investor biasa hanya bisa mengejar saham dengan harga lebih tinggi setelah listing. Pada April 2026, Gate resmi meluncurkan platform digital pra-IPO, membuka kanal eksklusif ini untuk lebih dari 52 juta pengguna di seluruh dunia.
Mekanisme inti platform ini adalah men-tokenisasi ekuitas pra-IPO tradisional menggunakan teknologi blockchain. Pengguna melakukan staking USDT untuk mencetak PreToken, yang mewakili hak ekuitas tokenisasi di masa depan. PreToken dapat diperdagangkan bebas 24/7 di pasar order book, dan perdagangan pra-pasar diaktifkan setelah distribusi aset berlangsung. Proyek pertama Gate Pre-IPOs, SpaceX (SPCX), mencatatkan subscription lebih dari US$353 juta hanya dalam 24 jam, dengan batas minimum partisipasi hanya 100 USDT. Baik itu raksasa AI seperti OpenAI dan Anthropic, maupun pemimpin kripto seperti Consensys dan Ledger, pengguna dapat membangun posisi di perusahaan pra-IPO teratas dari kedua sektor dalam satu platform.
Kesimpulan
Pasar investasi pra-IPO di 2026 sedang mengalami perubahan struktur yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jalur AI memimpin dengan valuasi triliunan dolar, mendorong imajinasi pasar dan euforia modal—namun risiko gelembung valuasi dan kesenjangan komersialisasi juga sangat nyata. Jalur kripto menawarkan valuasi yang lebih rasional, dan seiring kerangka regulasi semakin jelas serta infrastruktur matang, perusahaan kripto tipe "penjual air" memasuki jendela emas untuk listing publik yang patuh regulasi. Kedua jalur ini tidak saling eksklusif—melalui platform pra-IPO Gate, investor dapat mengakses keduanya, berpartisipasi dalam peluang tahap awal yang sebelumnya hanya tersedia untuk institusi papan atas, kini dengan ambang modal jauh lebih rendah.




