Industri crypto mencatat total modal sebesar 50,6 miliar USD dalam tahun 2025 melalui 1.409 transaksi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, hampir setengah dari jumlah ini tidak berasal dari startup baru melainkan dari aktivitas akuisisi dan penggabungan (M&A).
Hanya 21 transaksi M&A yang menyumbang 22,1 miliar USD, setara dengan 43,7% dari total modal. Sementara itu, investasi ventura dan modal swasta mencapai 23,3 miliar USD melalui 829 transaksi, dan IPO serta penerbitan publik menyumbang 5,2 miliar USD. Jumlah total transaksi seluruh industri sebenarnya menurun 12,6% dibandingkan 2024.
M&A menyumbang hingga 83% dari pertumbuhan modal tahunan, menunjukkan arus dana yang terfokus pada pengambilalihan infrastruktur, izin, dan perusahaan yang sudah siap mematuhi regulasi, daripada menanamkan modal ke dalam percobaan baru.

Perbedaan antara laporan (25 miliar USD dari DefiLlama dan 50,6 miliar USD dari laporan lain) berasal dari cara perhitungan: satu pihak hanya menghitung penggalangan dana, sementara yang lain menghitung juga nilai M&A dan peristiwa pasar publik.
Kecenderungan umum adalah jumlah transaksi yang lebih sedikit tetapi dengan skala yang lebih besar. Putaran penggalangan dana di atas 100 juta USD mendominasi total modal, sementara startup menengah semakin didorong ke jalur penjualan kembali.
Arus dana VC terfokus pada Keuangan/Perbankan, Pembayaran, dan Infrastruktur, mencerminkan pergeseran crypto dari “membangun chain baru” ke pembangunan infrastruktur keuangan yang melayani stablecoin, tokenisasi aset, dan integrasi dengan sistem perbankan tradisional.
Gambaran tahun 2025 menunjukkan crypto sedang memasuki fase konsolidasi, di mana perusahaan besar membeli posisi pasar daripada membangun dari awal.