Berita Gate News, pada 24 Maret, harga saham Circle Internet Group (CRCL) anjlok sekitar 20%, kehilangan nilai pasar sebesar 4,6 miliar dolar AS. Penyebabnya adalah draf “Undang-Undang Transparansi Pasar Aset Digital” (Clarity Act) yang melarang penyediaan pendapatan pasif dari stablecoin kepada pengguna. Berita ini memicu kepanikan investor, sementara Tether mengumumkan akan menjalani audit oleh empat firma akuntansi besar, dan 16 dompet perusahaan USDC dibekukan, menambah ketidakpastian pasar.
Clarity Act secara tegas melarang platform, bursa, dan broker membayar pendapatan kepada pemegang stablecoin, tetapi mengizinkan penghargaan terkait perdagangan atau tata kelola. SEC, CFTC, dan Departemen Keuangan memiliki waktu 12 bulan untuk menyusun aturan anti-penyimpangan. Sebelumnya, 96% pendapatan Circle berasal dari bunga cadangan USDC, dan undang-undang ini tidak menyentuh bagian pendapatan tersebut, yang berarti Circle tetap dapat mempertahankan sumber pendapatan utamanya. Analis Simon Dedic menyatakan bahwa undang-undang ini sebenarnya membangun benteng pengawasan bagi Circle, membantu memperkuat model bisnisnya.
Respon pasar sangat tajam. Analis Mizuho Securities, Dan Dolev, mengatakan bahwa larangan ini dalam jangka pendek mungkin membatasi penggunaan Circle, sementara harga saham COIN juga turun sekitar 10% karena penurunan pendapatan terkait stablecoin. Namun, dari perspektif jangka panjang, larangan ini menghilangkan ekspektasi berlebihan investor terhadap pendapatan pasif, yang membantu menstabilkan model operasi terpusat USDC.
Sementara itu, Chief Financial Officer Tether, Simon McWilliams, menyatakan bahwa perusahaan telah menandatangani kontrak dengan empat firma akuntansi besar untuk melakukan audit independen menyeluruh, mencakup aset, kewajiban, dan pengendalian internal, guna meningkatkan transparansi pasar. Hal ini menonjolkan keunggulan transparansi Circle di pasar. Penyelidik on-chain ZachXBT melaporkan bahwa Circle membekukan 16 dompet panas yang terkait dengan bursa, kasino, dan perusahaan valuta asing, menunjukkan bahwa langkah pengendalian risiko USDC semakin diperkuat.
Clarity Act belum resmi berlaku, dan Komite Perbankan Senat diperkirakan akan membahasnya pada akhir April. Protokol DeFi juga sedang menyesuaikan mekanisme insentif agar sesuai dengan ketentuan regulasi. Performa pasar USDC setelah penghapusan pendapatan pasif akan menentukan apakah fluktuasi harga saham ini bersifat jangka pendek atau awal dari penyesuaian jangka panjang.