Berita Gate News, pada 20 Maret, Chris Larsen melalui organisasi nirlaba RippleWorks mengendalikan sejumlah besar hak suara di perusahaan profitabilitas yang akan go public, Evernorth, yang memicu potensi konflik kepentingan. Berdasarkan dokumen S-4 sebanyak 1158 halaman yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS, RippleWorks telah menginvestasikan 500.000 dolar AS dan lebih dari 211 juta XRP ke dalam Arrington XRP Capital Fund, serta mengatur melalui kontrak agar mengendalikan hak suara dana tersebut terhadap saham Evernorth.
Dokumen menunjukkan bahwa mitra umum dari Arrington XRP Capital Fund, Michael Arrington, harus mengikuti arahan RippleWorks dalam memberikan suara, yang berarti bahwa Larsen dan organisasi nirlabanya secara hukum tidak secara langsung mengendalikan saham, tetapi memiliki pengaruh substansial dalam pengambilan keputusan suara. Selain itu, trust anak Larsen juga akan menyetor 50 juta XRP untuk memperoleh sekitar 1,83 juta saham Evernorth, sehingga pengaruh Larsen di perusahaan yang akan go public ini semakin diperkuat.
Laporan secara tegas menyatakan bahwa pengaturan ini berpotensi menimbulkan konflik antara Larsen sebagai ketua eksekutif Ripple dan kepentingan pemegang saham biasa di Evernorth. Meskipun Larsen tidak menerima gaji, RippleWorks hingga tahun keuangan 2024 masih memiliki aset sebesar 1,4 miliar dolar AS dan menyumbangkan jutaan dolar untuk kegiatan amal. Jika harga XRP naik sebelum transaksi selesai, RippleWorks dan Ripple akan memperoleh tambahan saham Evernorth sesuai kontrak, yang akan semakin menguntungkan Larsen dan pihak terkait.
Secara keseluruhan, pengaturan ini menunjukkan bahwa operasi silang antara organisasi nirlaba di aset kripto dan saham profitabilitas berpotensi menimbulkan risiko regulasi dan tata kelola. Investor perlu memperhatikan dampak potensial dari pencatatan Evernorth di Nasdaq dan fluktuasi harga XRP terhadap hak suara Larsen dan dana nirlaba yang dimilikinya, serta apakah struktur ini akan benar-benar mempengaruhi kepentingan pemegang saham biasa.