Gate Layer merupakan jaringan eksekusi Layer 2 yang sepenuhnya kompatibel dengan EVM. Dengan mengadopsi model Optimistic Rollup, Gate Layer memproses transaksi dalam volume besar secara off-chain dan mengirimkannya secara batch, sehingga meningkatkan throughput keseluruhan dan menekan biaya.
Fitur teknis utama Gate Layer meliputi:
Dengan desain ini, Gate Layer mampu memproses lebih dari 5.700 TPS sekaligus menurunkan biaya gas secara signifikan, mendukung skenario aplikasi berskala besar seperti DeFi, gaming, dan aplikasi sosial.
Bagi pengembang, keunggulan utama arsitektur ini adalah “biaya migrasi rendah.” Aplikasi berbasis Ethereum dapat diterapkan di Gate Layer tanpa perubahan berarti pada logika dasarnya.

Gate Layer menghadirkan inovasi utama melalui kolaborasi berlapis dengan Gate Chain. Desain ini secara jelas memisahkan “eksekusi” dan “keamanan,” sehingga memungkinkan performa tinggi tanpa mengorbankan aspek keamanan.
Pembagian tanggung jawab dapat dijelaskan sebagai berikut:
Gate Layer (L2 Execution Layer)
Gate Chain (Settlement & Data Layer)
Struktur ini merepresentasikan prinsip utama Layer 2:
👉 “Eksekusi di Layer 2, kepercayaan ditambatkan di Layer 1”
Artinya, pengguna menikmati pengalaman instan di Gate Layer, namun keamanan akhir tetap bergantung pada konsensus dan validasi Gate Chain.
Di Gate Layer, siklus hidup transaksi terdiri dari beberapa tahap yang merefleksikan logika Optimistic Rollup:
1. Pengiriman Transaksi (User → RPC)
Pengguna mengirim transaksi ke jaringan melalui node
2. Konfirmasi Cepat (Sequencer)
Sequencer mengurutkan transaksi dan membentuk blok untuk “ketersediaan instan”
3. Batch Submission (Batcher)
Data transaksi dibundel dan ditulis ke penyimpanan Blob Gate Chain
4. State Submission (Proposer)
State root dikirim ke kontrak L1
5. Validasi & Finalitas (Gate Chain)
Jaringan validator dan mekanisme staking memastikan validitas transaksi secara final

Sepanjang proses ini, transaksi bertransisi dari unsafe → safe → finalized. Mekanisme konfirmasi bertahap ini menjadi kunci bagi Optimistic Rollup dalam menyeimbangkan efisiensi dan keamanan.
Model biaya Gate Layer terdiri dari dua komponen—desain umum pada arsitektur Rollup saat ini:
1. Biaya Eksekusi L2
2. Biaya Data L1
Setelah pengguna membayar total biaya, Sequencer mengalokasikan:
Dengan struktur ini:
👉 Pengguna membayar bukan hanya untuk “komputasi,” tetapi juga untuk “keamanan dan ketersediaan data.”
Dalam performa nyata, Gate Layer unggul di beberapa metrik utama:
Keunggulan inti:
Data ini menunjukkan Gate Layer menjaga biaya tetap stabil meski pada concurrency tinggi, menghindari lonjakan gas akibat kemacetan jaringan.
Dari sisi aplikasi, performa ini sangat ideal untuk:
Selain peningkatan performa, Gate Layer menekankan interoperabilitas cross-chain. Dengan integrasi protokol seperti LayerZero, Gate Layer memungkinkan aset dan informasi mengalir antar blockchain.
Logika utama:
Artinya, meskipun aset berpindah antar chain, keamanannya tetap kembali ke settlement layer, sehingga mengurangi risiko kepercayaan pada bridge cross-chain.
Dengan arsitektur ini, Gate Layer bukan sekadar “chain yang lebih cepat”—melainkan infrastruktur aplikasi Web3 yang lengkap dan mampu mendukung beragam aplikasi:
Bagi pengembang, lingkungan permissionless dan kompatibel EVM menurunkan hambatan masuk secara signifikan; bagi pengguna, Gate Layer menawarkan pengalaman seamless layaknya Web2.