Trader veteran Peter Brandt kini memperingatkan investor tentang koreksi yang akan datang.
Brandt terkenal karena memprediksi crash pasar 2018, dan memperingatkan investor bahwa aset tersebut bisa turun ke kisaran $58.000.
Pandangan ini muncul di saat kondisi keuangan dunia sedang mengetat, dan ketegangan geopolitik semakin meningkat antara para pemimpin dunia.
Menurut Brandt, pandangannya tidak hanya didasarkan pada garis-garis di grafik.
Sebelumnya, Federal Reserve telah menjaga suku bunga antara 3,5% dan 3,75%, yang banyak analis sebut sebagai “restriktif”.
58k ke $62k adalah di mana saya pikir akan menuju $BTC
Jika tidak ke sana, saya TIDAK akan malu, jadi saya tidak perlu melihat tangkapan layar troll Anda di masa depan
Saya salah 50% dari waktu. Tidak masalah bagi saya untuk salah pic.twitter.com/NDOuSrqLwa— Peter Brandt (@PeterLBrandt) 19 Januari 2026
Kebijakan ini membatasi jumlah uang tunai yang mengalir ke aset seperti kripto, dan selama biaya pinjaman tetap tinggi, pembeli institusional akan terus memindahkan uang mereka ke opsi yang lebih aman.
Ketegangan perdagangan juga menjadi bagian utama dari penurunan harga baru-baru ini.
Presiden Trump bahkan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif 10% pada beberapa negara Eropa mulai 1 Februari, atas pembelian Greenland.
Peter Brandt membagikan analisisnya di X dan menunjukkan pola “rising wedge” yang telah berkembang selama dua bulan terakhir.
Dalam trading teknikal, bentuk khusus ini cenderung muncul saat harga kehilangan tenaga. Saat harga naik tetapi volume tetap rendah, ini menciptakan “wedge” yang cenderung pecah ke arah bawah.
Brandt mengatakan bahwa jika pola ini selesai, aset akan turun antara 33% dan 37% dari puncak terakhirnya.
Meskipun prediksi dari Brandt cukup suram, ada beberapa petunjuk baik dari sisi institusional.
Menurut CoinShares, produk perdagangan kripto yang diperdagangkan di bursa baru-baru ini mencatat aliran masuk lebih dari $1,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa meskipun trader jangka pendek menjual, beberapa dana jangka panjang masih mengakumulasi.
Namun, pasar opsi menunjukkan cerita yang berbeda. Data dari Deribit menunjukkan bahwa ada peluang 30% bahwa aset akan diperdagangkan di bawah $80.000 pada Juni.
Sebagai tambahan, Lookonchain baru-baru ini melacak sebuah dompet dari 2013 yang memindahkan 909 BTC ke alamat baru. Seorang pengguna awal lainnya juga menjual 500 BTC dengan keuntungan hampir $48 juta.
Para OG ini yang memindahkan koin mereka berarti mereka bisa saja sedang bersiap mengamankan keuntungan atau menyesuaikan diri untuk fase pasar berikutnya.
Secara keseluruhan, sengketa atas Greenland telah berubah menjadi penggerak pasar utama.
Saat pemerintahan AS mendorong kesepakatan pembelian dengan Denmark, ancaman tarif yang meningkat hingga 25% pada Juni telah membuat investor Eropa ketakutan.
👀 🇺🇸 Trump membagikan gambar pemimpin Eropa bersama peta Kanada & Greenland dengan bendera AS.
Dia juga memposting gambar dirinya menanam bendera AS di Greenland. pic.twitter.com/9fRxJuIktR
— PAKAR BITCOIN INDIA (@Btcexpertindia) 20 Januari 2026
Jenis ketegangan ini menyebabkan “pelarian ke keamanan,” di mana modal keluar dari kripto dan masuk ke emas. Faktanya, emas baru-baru ini mencapai rekor tertinggi sebesar $4.680 per ons saat semakin banyak investor mempertimbangkan kemungkinan penurunan harga.
Beberapa minggu ke depan akan menjadi ujian besar bagi seluruh ruang kripto, dan para investor akan mendengarkan pidato dari Jerome Powell dan pejabat Fed lainnya.
Artikel Terkait
Riot Catat Pendapatan Rekor $647M pada 2025 saat Penambang Bitcoin Menghadapi Kesulitan
Data: Jika BTC menembus $69,759, kekuatan likuidasi posisi short di CEX utama akan mencapai 1.234 miliar dolar
Riot Platforms mengeluarkan 20 juta USD untuk menyelesaikan sengketa dengan SBI Crypto
Wintermute:Meskipun terjadi rebound sing sementara pada hari Senin, pasar tetap rapuh, disarankan untuk berhati-hati
Core Scientific menjual sekitar 1900 BTC, mengalihkan bisnis ke pusat data AI
Yayasan Citrea Diluncurkan untuk Menguatkan Lapisan Pemrograman Bitcoin